Jumat, 20 Desember 2019

Laporan Tugas Akhir Administrasi Jaringan

Konfigurasi DNS server dengan DEBIAN 10 Buster


A. Pengertian DNS

   DNS merupakan suatu metode untuk mengkonversikan IP Address dari suatu komputer ke dalam suatu domain ataupun juga sebaliknya, sehingga dapat memudahkan kita dalam mengingat nama komputer server tersebut.

B. Fungsi DNS

   DNS berperan sebagai jantung yang sangat penting bagi internet, karna setiap kali kita menggunakan internet maka saat itulah kita juga menggunakan DNS. Penggunaan DNS meluputi aplikasi – aplikasi yang terhubung ke internet. DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon dimana orang yang ingin kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor telefon berdasarkan nomor dari buku telepon tersebut. Hal ini terjadi karena komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja berdasarkan nama
Fungsi dari DNS sendiri yaitu sebagai penerjemah hostname menjadi IP Address ataupun sebaliknya, hal ini membuat pengguna internet menjadi lebih mudah mengingatnya, DNS mempunyai 5 tingkatan level, yaitu Root Level Domains, Top Level Domains,Second Level Domains, Third Level Domains, dan terakhir Host Name.

C. Macam-macam DNS
    Berikut beberapa macam DNS pada umumnya:
1. A Record atau Address record ─ menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.
2. AAA Record ─ menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.
3. MX Record ─ merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.
4. CNAME Record ─ digunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.

D. Cara Kerja DNS 
   DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).

E. Instalasi DNS Server
    Sebelum melakukan instalasi DNS server pastikan server sudah terkoneksi ke internet atau ke jaringan local repository, karena paket aplikasi BIND akan diambil dari repository baik repository yang ada di internet maupun repository local di kampus. Jangan lupa untuk masuk ke dalam root user atau ke user administrator.
#apt-get install bind9
    Diatas adalah gambar apt-get install milik saya, berhubung sebelumnya saya telah menginstall bind maka tampilannya seperti diatas. Bagi yang belum menginstall maka akan muncul perintah [Y/n] selanjutnya ketik Y dan enter.
F. Konfigurasi DNS Server
     Berikut file-file penting yang akan kita konfigurasi dalam DNS Server:
  1. /etc/bind/named.conf
  2. file forward
  3. file reverse
  4. /etc/resolv.conf
     Sebelum konfigurasi file-file tersebut pastikan ip address di konfigurasi secara static dan sudah sesuai dengan jaringan local. Kemudian masuklah ke directori aktif “/etc/bind/”.
#cd /etc/bind

Membuat file untuk tempat konfigurasi DNS di db.domain (file forward) dan db.ip (file reverse) dengan perintah :

#cp db.local db.domain

db.127


  • File /etc/bind/named.conf

Setelah itu masuk ke  /etc/bind/named.conf, dimana Lokasi file /etc/bind/named.conf digunakan untuk membuat zona domain. Untuk konfigurasi zona domain, ketikkan perintah:

#pico named.conf




Menambahkan skrip pada baris bagian bawah seperti gambar diatas.
Skrip detailnya seperti dibawah ini :
zone    "dhaifi.com"{
       type master;
        file "/etc/bind/db.dhaifi";
};
zone    "alapola.net"{
        type master;
        file "/etc/bind/db.alapola";
};
Selanjutkan simpan dengan Ctrl+x –> ketik “y” –> enter
  • File Forward 

    Forward berfungsi untuk konversi dari DNS ke Ip Address. Misalnya ketika kita ketik http://www.dhaifi.net melalui Web Browser, maka akan muncul website dari server taufik.net tersebut.



#pico db.domain



Ubah localhost sesuai nama domain yang akan dibuat dan sesuaikan IP Adress dengan IP Address server anda.

- Selanjutkan simpan dengan Ctrl+x –> ketik “y” –> enter

  • File Reverse

    Reverse berfungsi untuk konversi IP Address ke DNS. Misalnya jika kita mengetikkan ip address http://10.10.2.135 pada web browser, secara otomatis akan di redirect ke alamat www.alapola.net.
#pico db.ip

Kemudian edit file db.ip sesuaikan domain dan ip server anda.
Selanjutkan simpan dengan Ctrl+x –> ketik “y” –> enter
  • File /etc/resolv.conf

    File ini digunakan untuk menambahkan dns dan nameserver dari server Debian tersebut pada file resolv.conf. Agar dapat diakses melalui komputer localhost.
#pico /etc/resolv.conf

    Gantilah name server sesuaikan dengan ip server DNS anda seperti diatas.
- Selanjutkan simpan dengan Ctrl+x –> ketik “y” –> enter
#/etc/init.d/bind9 restart
    Sebelum merestart, pastikan tidak ada error. Jika terdapat error cek kembali seluruh file konfigurasi dari awal dan pastikan tidak ada kesalahan pada penulisan skrip.

Konfigurasi VIRTUAL HOST pada Debian 10 Buster

A. Pengertian 
  VirtualHost atau Virtual Hosting adalah sebuah metode untuk hosting beberapa nama domain (dengan penanganan yang terpisah masing-masing nama) pada server tunggal. Hal ini memungkinkan satu server untuk berbagai sumber daya, seperti siklus memori dan prosesor, tanpa memerlukan semua layanan yang disediakan untuk menggunakan nama host yang sama. Virtual Hosting istilah ini biasanya digunakan dalam referensi untuk web server, tetapi prinsip-prinsip yang membawa ke layanan internet lainnya.

   Kali ini akan membahas cara menkonfigurasi virtualhost sehinggal masing-masing domain dan subdomain memiliki halaman web yang berbeda sesuai dengan path index masing-masing. Pertama yang di siapkan adalah path direktorinya sebagai tempat atau lokasi index.html yang akan ditempilkan di masing-masing domain.Membat direktori baru di /var/www/html seperti dibawah ini :

domain alapola.net path direktori di /var/www/html/alapola
domain dhaifi.com path direktori di /var/www/html/dhaifi
domain a.alapola.net path direktori di /var/www/html/a
domain b.dhaifi.net path direktori di /var/www/html/b
Membuat halaman index.html di masing-masing direktori seperti contoh berikut :
#pico /var/www/html/alapola/index.html

#pico /var/www/html/dhaifi/index.html

#pico /var/www/html/a/index.html

#pico /var/www/html/b/index.html

    Kemudian membuat dan mengkonfigurasi direktori virtualhostnya di /etc/apache2/site-available. Pastikan anda berada di direktori tersebut. Perintah untuk masuk ke site-available sebagai berikut : /etc/apache2/site-availableSetelah masuk, ikuti perintah dibawah ini.


Tutorial  Install phpMyAdmin dengan Debian 10 Buster

A. Pengertian phpMyAdmin
  phpMyAdmin adalah aplikasi Web sumber terbuka dan gratis yang ditulis dalam PHP untuk mengelola server database MySQL dan MariaDB. Itu sebagian besar digunakan oleh Pengembang dan DBA untuk berinteraksi dengan server database karena kemudahan penggunaannya.

B. Cara Menginstall

Step 1-Install PHP

Step 2-Install MariaDB Database Server

Step 3-Install Apache Web Server

Step 4-Install phpMyAdmin On Debian 10
  • Unduh dengan perintah wget.

  • Ekstrak Arsip yang telah diunduh

  • Pindahkan folder yang dihasilkan ke folder/usr/share/phpmyadmin folder
  • Buat file konfigurasi phpMyAdmin
  • Konfigurasikan direktory Temp
     
Step 5-Masuk ke dalam phpmyadmin

  • IP/phpmyadmin





TUTORIAL INSTALL MAIL SERVER DEBIAN 10


A. Pengertian
    Mail Server adalah aplikasi Server yang digunakan untuk Komunikasi menggunakan Surat Elektronik (Email). Untuk membangun sebuah Mail Server, diperlukan paket-paket Mail Server seperti SMTP Server (Simple Mail Transfer Protocol) disini menggunakan Postfix, kemudian IMAP dan POP3 Server disini menggunakan Courier, dan juga Webmail yang disini menggunakan Roundcube.

B. Instalisasi Mail Server

- Untuk menginstallnya, jalankan perintah berikut :
#apt install postfix courier-imap courier-pop roundcube

- Untuk konfigurasinya, ikut langkah berikut :
#nano /etc/postfix/main.cf
Tambahkan kode home_mailbox = Maildir/ pada baris terakhir



- Simpan dan Keluar, lalu jalankan perintah berikut :
#maildirmake /etc/skel/Maildir

- Setelah itu, konfigurasi ulang postfix dengan perintah :
#dpkg-reconfigure postfix

- Tekan Enter, Enter, terus sampai pada pilihan Nama Mail sistem, di isi dengan domain dari Mail server, misal vikmi.net


-  Tekan Enter, Enter lagi sampai pada inputan Jaringan Lokal, tambahkan 0/0

- Tekan Enter, Enter terus sampai dengan selesai, setelah itu konfigurasikan VirtualHost untuk Roundcube dengan perintah :

#nano /etc/roundcube/apache.conf

- Tambahkan baris berikut pada awal file
<VirtualHost *:80>
                DocumentRoot /var/lib/roundcube
                ServerName mail.serverdebian.com
</VirtualHost>

- Simpan dan Keluar, lalau restart Apache2 agar konfigurasi diterapkan dengan perintah :
#systemctl restart apache2

- Lalu konfigurasikan untuk default Host dan SMTP Server dengan perintah berikut :
#nano /etc/roundcube/config.inc.php
Cari dan sesuaikan baris berikut :
$config[‘default_host’]  =  ‘ajeng.com’;
$config[‘smtp_server’]  =  ‘localhost’;





Install dan Konfigurasi Proxy Server (Squid) di Debian 9 “Stretch”


A. Pengertian
    Pengertian proxy adalah server yang menyediakan suatu layanan untuk meneruskan setiap permintaan user kepada server lain yang terdapat di internet. Atau definisi proxy server yang lainnya yaitu suatu server atau program komputer yang mempunyai peran sebagai penghubung antara suatu komputer dengan internet.

B. Cara Kerja Proxy

    Bagaimanakah proxy bekerja? Sebenarnya prinsip kerja proxy server sangatlah sederhana, saat user menggunakan layanan suatu proxy lalu meminta file atau data yang terdapat di public server (internet) maka proxy akan meneruskannya ke internet jadi seolah-olah proxy tersebut yang memintanya. Dan saat proxy server telah mendapatkan apa yang diminta oleh user, proxy akan memberikan respon kepada user jadi seolah-olah dialah public servernya.

C. Fungsi Proxy
    Berikut di bawah ini adalah beberapa fungsi proxy:
1. Fungsi conecting sharing
    Salah satu fungsi proxy adalah sebagai connecting sharing yaitu sebagai penghubung atau perantara pengambilan data dari suatu alamat IP dan diantarkan ke alamat IP lainnya ataupun kepada IP komputer user.
2. Fungsi filtering
   Terdapat beberapa proxy yang dilengkapi dengan firewall yang dapat memblokir beberapa atau sebuah alamat IP yang tidak diinginkan, sehingga beberapa website tidak dapat diakses dengan memakai proxy tersebut. Itulah salah satu fungsi dari proxy sebagai filtering. 
3. Fungsi caching
   Dan fungsi proxy yang lainnya yaitu sebagai fungsi caching, disini maksudnya proxy juga dilengkapi dengan media penyimpanan data dari suatu web, dari query ataupun permintaan akses user. Misalnya permintaan untuk mengakses suatu web dapat lebih cepat jika telah ada permintaan akses ke suatu web pada pemakai proxy sebelumnya. Itulah fungsi proxy sebagai chacing.

D. Instalisasi dan Konfigurasi Proxy

1. Sharing Internet

    Sebelum memulai untuk melakukan Sharing Internet, pastikan terdapat akses internet dan Komputer Debian sudah terhubung ke Internet terlebih dahulu. Tidak seperti Debian versi sebelumnya, Debian 9 sudah tidak terdapat rc.local jadi mungkin agak sedikit berbeda konfigurasinya. Berikut adalah langkah-langkahnya :
#nano /etc/sysctl.conf
- uncomment pada baris net.ipv4.ip_forward=1

- Keluar dan Simpan, lalu jalankan perintah berikut untuk menjalankan ip forwarding
#sysctl -p
- Setelah itu jalankan perintah iptables berikut agar membuka firewall untuk akses internet dari client
iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE
iptables-save > /etc/network/iptables

- Lalu agar perintah iptables tersebut di load saat komputer booting, maka taruhlah script yang digunakan untuk memanggil iptables tersebut pada file /etc/network/interfaces

#nano /etc/network/interfaces
- Tambahkan kode pre-up iptables-restore < /etc/iptables pada baris terakhir

- Simpan dan Keluar, lalu cek koneksi Internet di Client, jika sudah terhubung ke internet maka konfigurasi sudah berhasil

2. Proxy Server

    Setelah Sharing Internet berhasil, Proxy Server sudah bisa di install dan di konfigurasi. Disini hanya di contohkan untuk meblok Website tertentu saja, berikut adalah langkah-langkahnya
#apt install squid

- Untuk konfigurasi, jalankan perintah berikut
#nano /etc/squid/squid.conf
- Tambahkan kode berikut pada bagian awal file
acl lan src 192.168.10.0/24
acl site dstdomain “/etc/squid/site”
http_access deny site
http_access allow lan
cache_mgr admin@serverdebian.com
http_port 3128 transparent

Keluar dan Simpan, lalu buat file untuk daftar Website yang akan diblok
#nano /etc/squid/site
- Tambahkan daftar situs yang akan di blokir

- Keluar dan Simpan, lalu restart squid dengan cara
#systemctl restart squid
- Tambahkan rule iptables berikut agar, transparent proxy dapat berjalan
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp –dport 80 -j DNAT –to 192.168.10.1:3128
iptables-save > /etc/network/iptables
- Cek Client, apabila sudah terblok maka konfigurasinya telah berhasil